[ad_1]
BEIJING, CN / ACCESS Newswire / 4 November 2025 / Dengan dimasukkannya baru-baru ini dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO sebagai “Kota Musik Dunia” pertama di Tiongkok, Wuxi dengan percaya diri melangkah ke babak baru di mana budaya, warisan, dan inovasi selaras untuk membentuk profil budaya global.
Pengakuan ini menambahkan Wuxi ke dalam daftar bergengsi di 76 kota musik di seluruh dunia, seperti Wina, Liverpool, dan Havana, yang menandai tonggak sejarah tidak hanya bagi kota tersebut tetapi juga bagi lanskap budaya kontemporer Tiongkok.
Telah lama dirayakan sebagai “Kampung Halaman Musik Rakyat Tiongkok”, Wuxi adalah tempat kelahiran musisi terkenal A Bing (Hua Yanjun) dan karya puitisnya Erquan Yingyue (Bulan Tercermin di Musim Semi Kedua). Komposisi yang mendalam secara emosional ini terus bergema dari generasi ke generasi—resonansinya pernah mendorong konduktor Seiji Ozawa mengatakan bahwa seseorang harus “mendengarkan sambil berlutut” untuk sepenuhnya menghormati kedalamannya. Di antara sepuluh erhu klasik terbaik Tiongkok, delapan diantaranya berasal dari Wuxi, mencerminkan akar musik yang mendalam di kota tersebut.
Namun Wuxi saat ini tidak hanya melihat ke belakang, namun semakin maju. Orkestra Simfoni Wuxi, yang didirikan pada tahun 2023, dengan cepat mengumpulkan talenta kelas dunia dan memulai tur keliling Tiongkok dan luar negeri, tampil di pusat kebudayaan dari Shanghai hingga Lisbon, London, dan Tokyo. Aula Konser Simfoni Wuxi yang baru, yang akan dibuka pada 1 Januari 2026, akan berfungsi sebagai tempat utama pertukaran musik internasional.
Kesinambungan budaya adalah ciri khas lain kota ini. Salon Tianyun Society Kunqu telah berkembang selama lebih dari 400 tahun, sedangkan Program Seni Pemuda “Nightingale” telah memupuk bakat seni selama lebih dari empat dekade. Industri musik Wuxi kuat dan beragam, mencakup 370 perusahaan musik, 2.079 lembaga pelatihan, dan industri kreatif yang bernilai hampir USD 1 miliar per tahun. Kota ini juga merupakan pusat pengerjaan instrumen global, memproduksi 50.000 erhu setiap tahun bersama harmonika, akordeon, dan harpa.
Kisah musik Wuxi selalu mendunia. Dari Yang Yinliu, yang menjembatani tradisi musik Kristen dan Tiongkok, hingga Gu Yuxiu, yang menerjemahkan Ode to Joy karya Beethoven dan membantu mendirikan lembaga simfoni dan konservatori nasional Tiongkok, kota ini telah lama berfungsi sebagai jembatan antara Timur dan Barat.
Dikenal luas sebagai “Danau Mutiara Taihu” dan terletak hanya 30 menit dari Shanghai, Wuxi terkenal dengan vitalitas ekonominya, dengan PDB pada tahun 2024 sebesar RMB 1,63 triliun. Saat ini, visi musiknya adalah memperluas industri yang mengubah identitas menjadi seni, warisan menjadi kreativitas kontemporer, dan budaya lokal menjadi resonansi global.
[ad_2]
Wuxi Mencetak Catatan Bersejarah sebagai “Kota Musik” UNESCO