[ad_1]
Drummer Dream Theater Mike Portnoy telah berbicara panjang lebar tentang kematian Ozzy Osbourne, menggambarkannya sebagai peristiwa budaya dengan skala yang sama dengan hilangnya John Lennon. Dalam sebuah wawancara di SiriusXM's Trunk Nation With Eddie Trunk pada tanggal 6 Agustus, Portnoy mengatakan bahwa berita tersebut memiliki dampak emosional yang mendalam pada dirinya, tidak seperti apa pun yang pernah dia rasakan sebelumnya dalam musik.

Dia mengakui bahwa meninggalnya raksasa rock dan metal lainnya, termasuk Ronnie James Dio, Lemmy Kilmister dari Motorhead, dan legenda gitar Eddie Van Halen, adalah momen besar bagi para penggemar. Namun menurutnya, kematian Osbourne berbeda. Pengaruh Ozzy, kata dia, jauh melampaui dunia musik heavy. Ia bukan sekedar penyanyi namun sosok yang dikenal jauh di luar genre, seseorang yang namanya tidak asing lagi bagi orang-orang yang mungkin belum pernah mendengarkan album-albumnya. Pengakuan seperti itu, menurut Portnoy, adalah alasan mengapa kerugiannya terasa begitu signifikan.

Ozzy Osbourne meninggal pada 22 Juli, hanya 17 hari setelah pertunjukan terakhirnya di Villa Park di Birmingham. Konser tersebut merupakan perayaan sekaligus perpisahan, menutup karir yang telah berlangsung lebih dari lima dekade. Portnoy mencatat betapa jarangnya seorang musisi mengakhiri karir pertunjukannya secara publik dan definitif.
Beberapa hari setelah kematiannya, minat terhadap karya Osbourne melonjak. Data Spotify menunjukkan pendengar bulanannya meningkat tajam dari 12,4 juta menjadi 18,7 juta. Black Sabbath, grup yang pertama kali membawanya ke panggung global: juga mencatat peningkatan tajam dalam jumlah pendengar, dari sekitar 19,8 juta menjadi sekitar 24,6 juta pada periode yang sama. Bagi Portnoy, angka-angka tersebut mencerminkan tidak hanya jumlah pengikut Ozzy tetapi juga daya tarik musiknya yang bertahan lama, yang terus menjangkau pendengar baru beberapa dekade setelah direkam.
Mike Portnoy berkata bahwa caranya sendiri mengatasi kehilangan itu adalah dengan melihat kembali katalog Osbourne. Dia memulai dengan album Black Sabbath, kemudian beralih ke rekaman solo. Mendengarkannya lagi, katanya, menimbulkan nostalgia sekaligus memberi energi. “Merupakan perjalanan musik yang luar biasa untuk meninjau kembali semua hal ini,” katanya. “Sungguh menakjubkan. Karier yang luar biasa. Tapi, ya, sungguh suatu kerugian.”
Dia juga menunjukkan betapa pentingnya Osbourne memiliki kesempatan untuk menampilkan penampilan terakhirnya, yang disiarkan ke lebih dari lima juta penonton di seluruh dunia. Katanya, ini adalah kesempatan langka bagi artis sebesar itu untuk meninggalkan panggung dengan caranya sendiri, dikelilingi oleh penggemar dan sesama musisi.
[ad_2]
Mike Portnoy: Kematian Ozzy Seperti Kehilangan John Lennon