Danny Carey di Milestone dan Beat Live BEAT 2025

[ad_1]

Danny Carey tidak pernah berhenti pada hal-hal yang sudah dikenalnya. Dikenal jutaan orang sebagai arsitek ritmik di balik Tool, ia menghabiskan setahun terakhir melangkah ke medan baru bersama BEAT: sebuah proyek yang mengacu pada silsilah musik yang mendalam dan pendekatan penemuan kembali yang tak kenal takut. Bersama Adrian Belew, Tony Levin, dan Steve Vai, Danny Carey telah menata ulang trilogi terkenal King Crimson tahun 1980-an: Disiplin, Ketukan, dan Tiga Pasangan Sempurna, dengan intensitas segar yang menghormati aslinya sambil menghirup sesuatu yang tidak salah lagi hadir ke dalamnya.

Perjalanan ini lebih dari sekedar latihan di studio atau panggung. Sejak BEAT pertama kali membawakan aransemen ulang ini kepada penonton, tanggapannya sangat antusias, bukan hanya karena nostalgia, namun karena pertunjukan tersebut membawa semangat para musisi yang tahu persis bagaimana menghuni dan memperluas materi sumber mereka. Bagi Carey, puncak dari energi tersebut kini terwujud dalam Beat Live: album konser dan film yang merekam proyek tersebut dengan kecepatan penuh. Direncanakan untuk dirilis pada tanggal 26 September, rekaman ini diambil dari setlist yang menyatukan lagu-lagu seperti “Heartbeat,” “Red,” dan “Sleepless,” menyaring suasana pertunjukan BEAT ke dalam bentuk yang dapat ditinjau kembali lama setelah encore terakhir memudar.

Carey berbicara tentang perilisan tersebut dengan rasa bangga yang bersahaja dari seseorang yang telah hidup di dalam musik malam demi malam. “Rilisan Beat Live adalah sesuatu yang telah kita tunggu-tunggu,” katanya. “Respon penonton sungguh luar biasa, dan saya bangga dengan hasilnya.” Ketulusannya tidak diragukan lagi: ini adalah proyek yang telah berkembang secara organik, lahir dari rasa saling menghormati di antara para pemain yang tidak punya apa-apa lagi untuk dibuktikan dan segalanya untuk dijelajahi.

Momentum tahun ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 1 September, ketika BEAT tampil di Budokan Tokyo untuk konser perilisan rekaman. Tempat tersebut memiliki pengaruh tersendiri dalam sejarah musik live, mulai dari rekaman legendaris hingga pertunjukan yang telah menjadi bagian dari mitologi rock. Bagi Carey, ini bukan sekedar tanggal lain di kalender. “Tampil di Budokan adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” kenangnya. “Ini adalah tempat dengan begitu banyak sejarah, dan saya tidak sabar untuk merasakan keajaiban itu lagi bersama grup musisi yang luar biasa ini.”

Jika tahun lalu menunjukkan sesuatu, BEAT tidak tertarik untuk sekadar meninjau kembali masa lalu. Perpaduan antara alur gitar Belew yang inventif, permainan bass elastis Levin, keahlian Vai, dan ketepatan perkusi Carey menciptakan sesuatu yang terasa hidup pada saat itu, tidak terikat pada era mana pun.

[ad_2]

Danny Carey di Milestone dan Beat Live BEAT 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *