[ad_1]
Sekelompok peneliti dari Swiss dan Italia telah mengerjakan sesuatu yang terdengar seperti alur cerita film fiksi ilmiah: robot humanoid yang dapat menjaga ritme seperti manusia penabuh genderang. Proyek ini merupakan kerjasama antara SUPSI, IDSIA, dan Politecnico di Milano yang dipimpin oleh Asad Ali Shahid dan Loris Roveda.
Ini dimulai dengan sebuah pertanyaan yang muncul begitu saja dalam percakapan: bisakah robot mengikuti irama seperti yang dilakukan manusia, tanpa bergantung pada putaran yang kaku dan telah ditentukan sebelumnya? Dari percikan tersebut, tim mulai mengembangkan pendekatan baru yang dibangun berdasarkan apa yang mereka sebut “rantai kontak ritmik.”

Sistem ini lebih dari sekadar metronom sederhana. Ini memberi tahu robot tidak hanya kapan harus memukul tetapi juga drum mana yang harus dipukul dan bagaimana berpindah antar pukulan secara efisien.
Untuk pembuatannya, mereka memilih robot humanoid Unitree G1. Sebelum merilisnya pada kit asli, mereka menjalankannya melalui simulasi ekstensif, mengujinya pada lebih dari 30 lagu. Daftar putarnya mencakup banyak hal: musik jazz seperti Take Five karya Dave Brubeck, musik rock favorit seperti In the End karya Linkin Park, dan lagu yang disukai banyak orang seperti Livin' on a Prayer karya Bon Jovi.
Dalam pengujian tersebut, robot secara konsisten mempertahankan akurasi waktu di atas 90 persen. Ia juga melakukan beberapa gerakan yang secara mengejutkan terasa manusiawi, seperti menukar stik drum di tengah lagu, menyilangkan tangan untuk meraih drum tertentu, dan menyesuaikan gerakannya untuk menghemat waktu dan menjaga keseimbangan.
Sejauh ini, semua ini terjadi dalam lingkungan virtual. Tempat pembuktian sebenarnya adalah panggung langsung, dengan robot duduk di depan drum bersama pemain manusia. Dalam pengaturan tersebut, irama dapat dipercepat, diperlambat, atau diubah tanpa peringatan. Volume yang membengkak dan penurunan yang tiba-tiba memerlukan penyesuaian yang cepat, dan tidak akan ada jalur klik yang menjaga semuanya tetap sejalan.
Bagi para peneliti, ini lebih dari sekedar aksi menabuh drum yang mencolok.
Mereka percaya perpaduan antara pengaturan waktu yang tepat dan gerakan yang dapat disesuaikan dapat berguna dalam berbagai bidang, mulai dari menyederhanakan pekerjaan pabrik hingga membantu terapi fisik.
Saat ini, fokus mereka adalah menyempurnakan sistem sebelum melangkah ke tahap tertentu. Ketika momen itu tiba, yang penting bukan hanya mengenai irama yang tepat. Ini adalah tentang membuktikan bahwa robot humanoid dapat mengimbangi, dan bahkan bersinar, dalam lingkungan pertunjukan langsung yang tidak dapat diprediksi dan berubah dengan cepat.
[ad_2]
Drummer Robot Humanoid Mencapai Nada yang Tepat dalam Tes Pengaturan Waktu